| Temukan Solusi Dengan Shalat Berjamaah |
|
|
|
| Monday, 09 January 2012 10:47 |
|
Betapa dahsyat konsekuensi yang diterima seorang hamba ketika Yang Maha Tinggi sudah mencintai dirinya. Terkait bahasan ini, serta jika merujuk keterangan di atas, salah satu cara cepat meraih pertolongan Allah adalah dengan menjaga shalat lima waktu, tepat waktu, berjamaah, dan dilakukan di masjid. Sesungguhnya, tugas manusia di dunia adalah taat dan tunduk patuh kepada-Nya. Konsistensi kita dalam menunaikan shalat berjamaah adalah sebentuk ketaatan kita kepada perintah Allah. Ketika ketaatan dijalankan sepenuh hati, Allah pasti akan membukakan banyak kebaikan dari ketaatan itu. Oleh karena itu, kita jangan heran, kalau ada banyak kebaikan yang akan kita dapatkan dari shalat berjamaah tersebut. Solusi, sebuah proses Menurut tinjauan psikologis, orang yang bersama-sama itu memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan masalah secara cepat dan akurat daripada orang yang sendirian. Mengapa? Salah satu sifat manusia adalah cara atau perhatian kepada orang lain. Sudah menjadi naluri kita untuk senantiasa memperhatikan wajah dan karakter orang lain. Oleh karena itu, ketika seseorang yang tengah di rundung masalah, kemudian mau berkumpul dengan orang lain, kemungkinan besar ia akan mendapatkan perhatian lebih besar dari orang-orang di sekitarnya, apalagi jika di antara mereka sudah saling kenal. Tidak hanya itu, konsentrasi yang bersangkutan pun akan terbagi, fokus perhatiannya kepada masalah tidak lagi seratus persen. Siapa pun kita, akan ada 25-30 persen perhatian kita yang tertuju kepada orang lain. Dengan demikian. celah-celah solusi akan terbuka. Jika awalnya beban kita seratus persen, maka 25% perhatian kita kepada orang akan membukakan pintu solusi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya bisa merujuk kepada ilmu tentang otak. Shalat berjamaah bisa memperbaiki kinerja sistem aktivasi retikuler. Ketika kita menghadapi permasalahan sendirian, maka seluruh jalur kecerdasan yang ada di otak kita menjadi tertutup. Sebab, ketika itu, masalah yang dihadapi akan mengenai sistem limbik (sistem pengendalian emosi di otak), akibatnya seluruh indra dan akal budi kita (sistem frontalis) akan tertutup, sehingga kita berada dalam keterjebakkan tanpa jalan keluar. Akhirnya, hal-hal yang negatif, seperti prasangka, su'udzan dan keputusasaan akan mendominasi seluruh jalur di pikiran kita. Analoginya seperti menonton film di bioskop dan kita berada di barisan paling depan. Ke manapun kita melihat, apa pun yang kita pandang, semuanya adalah layar masalah. Padahal, hal ini seharusnya kita balik, ke mana pun kita memandang, di sanalah wajah Allah berada. Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman, Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah: 115). Ketika kita ber empati kepada orang lain, otomatis jalur-jalur solusi di otak akan terbuka. Ketika kita berjamaah, perhatian kita akan terbagi dan berempati, lima persen untuk teman yang ada di sampung kita, lima persen untuk teman di depan kita, lima belas persen untuk Imam, dan seterusnya. Nah, ketika pikiran kita sudah terbagi, dan tidak terfokus pada keadaan yang menakutkan, biasanya kecerdasan kita akan muncul kembali, ada celah yang terbuka, walau hanya satu persen, bagaikan secercah cahaya di gelapnya gulita malam. Jadi, shalat berjamaah itu merupakan solusi dari permasalahan hidup dari segi bio psikologi (otak dan psikologi). Oleh karena itu, ketika kita dirundung masalah yang sulit dicari jalan keluarnya, cepat-cepat ambil air wudhu, bersegeralah pergi ke masjid (terlebih jika waktu shalat fardhu sudah tiba), lalu tunaikan shalat sepenuh kesadaran. Insya Allah dengan cara tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan membukakan pintu-pintu pertolongan-Nya, salah satunya dengan melancarkan kembali sistem aktivasi reticuler di otak kita. Bukankah pertolongan Allah itu senantiasa menaungi orang-orang yang berada di dalam jamaah? Sumber: Tabloid Republika |
| Last Updated on Monday, 09 January 2012 12:50 |