|
26Mar
Efek di Balik Mozart
|
|
Orangtua mana yang tidak ingin memiliki anak yang cerdas? Sadar atau tidak sadar dari hati kita terdalam ada kecemasan. Bagaimana nanti masa depan anak saya? Cerdaskah mereka? Akibatnya, banyak orangtua sibuk mengikutsertakan anak-anak mereka mengikuti berbagai kursus. Musik yang selama ini dianggap sarana penghibur ternyata memiliki kontribusi cukup besar dalam kecerdasan seseorang. Utamanya musik klasik. Banyak penelitian seputar musik dan kecerdasan anak dilakukan di negara Eropa, Amerika, dan Jepang.
Hasilnya menunjukkan bahwa paduan ritme, harmoni, dan melodi sedemikian rupa memberikan rangsangan otak, menimbulkan gelombang-gelombang sehingga di otak ada gelombang energi yang berubah yaitu gelombang alpha. Gelombang ini menimbulkan perasaan rileks. Bukan rileks yang ngantuk, melainkan seseorang menjadi aware, mudah menerima informasi baru, demikian menurut Dra Surastuti Nurdadi, Msi, psikolog anak dari Bagian Perkembangan Psikologi Universitas Indonesia. Bukan hanya itu saja, menurut Addie MS, conductor & music director Twilite Orchestra, musik klasik memberikan pengaruh terhadap kepekaan emosi dan kreativitas.
|
|
Last Updated on Monday, 26 March 2012 13:43 |
|
Read more...
|
|
21Mar
Menangkal Kebiasaan Buruk Anak
|
|
Anak tetap saja anak, meskipun kadang perilakunya menjengkelkan Anda. Seiring dengan tumbuh kembangnya anak, Anda mungkin sering dibuat tertawa, takjub dan kadang jengkel dengan kebiasaan-kebiasaan mereka.
Orang tua kadang frustasi saat menyaksikan anaknya melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti menghisap ibu jari, menggigit kuku, menarik rambutnya, mengorek lubang hidung, menggoyangkan kepada dan menggigit/ Tapi dengan pengertian dan kesabaran Anda, mereka akan mampu mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruknya.
|
|
Last Updated on Wednesday, 21 March 2012 15:01 |
|
Read more...
|