Simpati dan Kerja Sama PDF Print E-mail
Administrator / Tuesday, 21 February 2012 15:11

Setiap kemajuan dalam tahap perkembangan anak tentulah menjadi sumber kegembiraan dan kebahagiaan orang tua. Bila usia anak Anda telah mencapai sekitar dua tahun, Anda akan mendapat lebih banyak kesempatan mengamati laju perkembangan pribadinya. Bukankah pada usia ini ia sudah mulai bergaul dengan anak-anak lain? Bagaimana si kecil menghadapi teman-temannya benar-benar merupakan obyek yang menarik untuk diamati. Anda akan sangat takjub saat mereka menunjukkan rasa simpati atau kerja sama.

Kalau Anda tidak begitu tertarik mengamati tingkah laku si kecil dalam bergaul dengan teman-teman sebayanya, mungkin hanya tangis dan jerit perkelahian mereka saja yang akan Anda dengar. Padahal selain kelakuan yang agak menjengkelkan ini, mereka juga mampu melakukan hal-hal yang terpuji. Misalnya menghibur teman yang sedang menangis, saling membagi permen, atau mengadakan kegiatan bersama.

Berbagai kemampuan itu merupakan perangkat dalam proses sosialisasi yang memang dimulai pada usia sekitar dua tahun. Tetapi semua itu tergantung pada apa yang ia peroleh di rumah. Nah, artinya sikap Anda sehari-hari dalam mengasuh dan mendidik si kecil sangat besar pengaruhnya.

Mulai menyadari perasaan orang lain

Senyum pertama bayi Anda merupakan pertanda bahwa emosinya telah mulai berkembang. Sejalan dengan pertambahan umurnya, ia pun mengalami perkembangan cara mengungkapkan segala perasaannya, dalam berbagai bentuk bahasa tubuh. Tawanya, ekspresi wajahnya, lonjakan tubuhnya, merupakan ungkapan nyata rasa gembiranya.

Kini, pada usia dua tahun, si kecil sudah lancar bicara, sehingga pengungkapan perasaannya pun mulai diwujudkan dengan kata-kata. Bukan hanya itu, selain mengenali perasaan sendiri, ia juga sudah mampu mengenali perasaan orang lain.

Sepintas lalu kemampuan seperti itu mungkin tidak terlihat sebagai sesuatu yang istimewa. Anda anggap ia sudah lancar berbicara, sehingga dia bisa mengatakan apa saja yang ingin dia katakan. Padahal sesungguhnya ungkapan-ungkapan itu mengandung arti yang tidak sederhana. Seperti kalau ia mengatakan "Mama adek mau minum! atau dalam kalimat,"Mama marah ya?" terungkap kemampuan yang amat penting yaitu menghayati perasaan orang lain.

Sampainya seorang anak berumur dua tahun pada tahap perkembangan seperti ini berarti ia sudah siap terjun dalam pergaulan di lingkungan luar rumah. Bagi Anda sendiri, ini suatu pertanda sudah saatnya memberikan pembentukan tingkah laku sosial anak, dan mulai memberi cukup kesempatan yang lebih terarah.

Perlu contoh nyata

Proses belajar anak balita berlangsung melalui penerapan yang mereka peroleh dari pengamatan terhadap tingkah laku sehari-hari orang-orang di sekitarnya. Mereka belajar dari contoh-contoh nyata yang langsung mereka alami. Dengan kata lain, memberikan mereka penanaman nilai-nilai melalui nasihat-nasihat bukanlah cara yang segera membuahkan hasil.

Sikap Anda sehari-hari dalam menghadapi si kecil, atau dalam menghadapi siapa saja akan besar pengaruhnya. Bagaimana Anda menghadapinya ketika ia sedang murung, bagaimana Anda biasanya mengungkapkan perasaan gembira, bagaimana Anda berinteraksi dengan setiap orang di rumah dan seterusnya, merupakan masukan-masukan yang berpengaruh langsung pada proses belajar ini. Bila Anda tergolong orang yang cukup spontan, cukup peka terhadap kejadian-kejadian di seputar Anda, peka terhadap apa yang dirasakan atau diharapkan anak, maka hal itu akan menjadi faktor pembentukan sikap-sikap sosial pada anak. Kepuasan yang mereka peroleh dari perlakuan orang tua akan mendorong mereka untuk menjadikan tingkah laku orangtuanya sebagai tingkah lakunya sendiri. Melalui pengamatan dan pengalamannya itulah yang akan membuat mereka belajar memberikan reaksi-reaksi yang pas dengan situasi yang dihadapinya. Misalnya, pada saat ada temannya yang menangis, ia akan menghiburnya dengan lembut, mampu bermain bersama-sama dan bukan saling berebut mainan dan seterusnya.

Selain itu, anak juga perlu diberikan puji-pujian yang dapat menguatkannya dalam proses belajar ini. Jika Anda memberikan pujian atas tingkah lakunya yang manis terhadap teman-temannya, hal itu akan membuatnya merasa bangga, sehingga iapun terdorong untuk terus melakukannya dalam kesempatan dan situasi yang serupa.

Nasihat, seberapa jauhkah diperlukan?

Menasihati anak agar ia mau melakukan ini dan tidak boleh melakukan itu memang bukan cara yang efektif untuk menumbuhkan tingkah laku tertentu. Tetapi perlu Anda ketahui, bagaimanapun mereka perlu mengetahui pandangan hidup serta nilai-nilai seperti apa yang Anda anut. Hal ini memang perlu Anda nyatakan dalam kata-kata, tetapi tetap dalam pengertian yang mudah dimengerti oleh anak.Anda memang perlu tegas, tetapi omelan-omelan yang panjang akan cenderung tidak jelas sehingga sulit dimengerti anak.

Sumber: Majalah AyahBunda

 


blog comments powered by Disqus
Last Updated on Tuesday, 21 February 2012 15:57

Advertisement

Shere Google +

Who's Online

We have 29 guests online
Google PageRank Checker