Membangun Rumah Tumbuh Yang Sehat PDF Print E-mail
Administrator / Friday, 16 September 2011 10:16

Setiap keluarga termasuk pasangan yang baru saja menikah pastinya menginginkan memiliki rumah sendiri. Hanya saja untuk memiliki sebuah rumah pada jaman sekarang ini, bukanlah sesuatu hal yang mudah. Dibutuhkan biaya yang luar biasa. Lalu, apa yang harus dilakukan agar dapat membangun sebuah rumah dengan dana yang terbatas? Solusi yang diberikan adalah dengan membangun sebuah rumah tumbuh. Apa sebenarnya rumah tumbuh itu?

Mungkin sebagian besar orang sudah banyak yang mengerti apa itu rumah tumbuh. Rumah tumbuh adalah membangun sebuah rumah secara bertahap. Dimulai dengan membuat perencanaan gambar rumah, kemudian membangun ruang yang menjadi skala prioritas. Misalnya ruang yang wajib ada adalah kamar mandi dan ruang keluarga. Ruang keluarga dapat dijadikan sebagai kamar tidur, ruang makan bahkan dapur. Untuk proses finishingnya pun bisa dilakukan secara bertahap. Misalnya, untuk sementara dinding tidak perlu diplester terlebih dahulu atau dicat dengan warna yang lebih terang.

Rumah tumbuh memilikikesiapan konstruksi yang bisa dikembangkan tanpa mengubah bangunan inti. Dengan tanpa mengubah konstruksi inti, penambahan ruang akan lebih mudah dilakukan. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan dua hal.
  • Pertama, konstruksi bangunan perlu dipersiapkan secara matang dan siap tumbuh. Dengan begitu, tidak akan terjadi perusakan struktur-konstruksi asli rumah inti. Misalnya saja, seperti fondasi, balok, kolom dan pelat harus direncanakan dengan baik agar mampu mendukung pertumbuhannya nanti. Karakteristik material, baik jenis maupun mutu bahan, juga perlu dipikirkan dengan cermat, termasuk metode yang digunakan.
  • Kedua, perhatikan elemen ruang yang mengkonsumsi biaya tertinggi. Misalnya pembuatan kamar mandi dan dapur diupayakan di posisi yang pas sehingga tidak akan dibongkar sewaktu akan dikembangkan. Maka dalam desain rumah inti, kamar mandi dan dapur sudah harus berada diposisi yang sehat dan benar. 

Tumbuh vertikal atau horizontal

Rumah dapat dikembangkan secara vertikal ataupun horizontal. Ketika sebuah rumah dikembangkan secara vertikal atau bertingkat, yaitu dengan menambah ruang keluarga  atau ruang tidur utama di lantai dua, maka penambahan ini setidaknya telah dipersiapkan dalam rencana gambar kerja. Dengan adanya rencana gambar kerja, maka proses pengerjaannya pun lebih mudah. Misalnya saja, untuk konstruksi dua lantai maka struktur kolomnya sudah dipersiapkan.

Rumah tumbuh bisa juga dikembangkan melebar secara horizontal. Penambahan ruang ke samping kiri-kanan atau depan-belakang rumah, secara struktural tidak begitu menimbulkan masalah. Hal ini dikarenakan pondasi, balok, kolom dan pelat tidak secara langsung menahan beban diatasnya, seperti jika penambahan secara vertikal. Namun tetap saja perlu perencanaan yang mantap agar bangunan tidak terkesan tambal sulam.

Intinya, Konstruksi Inti

Umumnya kita tidak menyiapkan rumah dengan konstruksi yang terencana (rumah tidak tumbuh). Konstruksi ini tidak disiapkan untuk pengembangan. Jika ingin dikembangkan perlu dilakukan  suntik kolom. Hal ini diperlukan agar dapat menambah kekuatan kolom atau balok tambahan. Suntik kolom yaitu penambahan pembesian dan adukan semen dengan cara membuka bagian kolom. Cara menyuntik konstruksi tergantung dari posisi kolom dan balok. Cara umum yang sering dilakukan adalah untuk suntik kolom dari bagian dalam sedangkan suntik balok dari bagian bawah, dengan besi di dalamnya yang lebih tebal.

Agar suntik kolom ini tidak perlu dilakukan, siapkan konstruksi inti yang mantap. Berikut bandingan konstruksi inti pada rumah tumbuh dan rumah tidak tumbuh.

Konstruksi Inti Rumah Tidak Tumbuh Rumah Tumbuh
PONDASI

Batu kali setempat
Dimensi:
Lebar: 50-70cm
Kedalaman: 80-100cm
(tergantung kondisi tanah)

Batu kali setempat
Dimensi:
Lebar: 60-100 cm
Kedalaman: 100-120cm
(tergantung kondisi tanah)
KOLOM Beton betulang
Dimensi:
20x20cm dan 20x30cm
Besi didalamnya 8-12mm
Beton betulang
Dimensi: 20-30cm, 20x25cm, 15x30cm, 15x40 cm, 20x40 cm
Besi didalamnya 8-16mm
SLOOF Beton betulang
Tebal 20x30 cm
Beton betulang
Tebal 20x30cm, 20x30cm, 15x30cm, 15x40cm, 20x40cm
BALOK Beton betulang
20x20cm dan 20x30cm
Besi didalamnya 8mm-12mm
Beton betulang
20x30cm dan 20x40cm
Besi didalamnya 8-16mm
DINDING Batako press, bata merah
Lebar min 15cm
Batako pres, bata merah
Lebar min 15cm
LANTAI Screed
Ketebalan 7-10cm
Screed
Ketebalan 7-10cm
Lantai dua (dak beton)
Ketebalan 12-18cm

Sumber: Majalah IDEA


blog comments powered by Disqus
Last Updated on Friday, 16 September 2011 12:04

Advertisement

Shere Google +

Who's Online

We have 26 guests online
Google PageRank Checker