| Bahan Alternatif Untuk Plafon |
|
|
|
| Tuesday, 01 March 2011 16:03 |
|
Telah diuraikan pada artikel sebelumnya, bahwa terdapat berbagai macam bahan untuk membuat plafon. Bila selama ini kita hanya memakai gipsum atau triplek sebagai bahan untuk membuat plafon, kini sudah saatnya Anda melirik ke bahan lainnya. Banyak material yang bisa dijadikan pilihan, baik yang dipakai hanya sebagai elemen dekoratif, atau sebagai bagian dari struktur plafon. Material-material untuk membuat plafon dapat Anda temukan di berbagai tempat, dan sudah banyak digunakan baik di rumah tinggal maupun bangunan publik. Kayubahan yang satu ini sebenarnya KainPenggunaan kain sebagai plafon biasanya bertujuan untuk memperkuat suasana di salah satu ruangan di dalam rumah. Misalnya Anda ingin suasana hangat dan intim di ruang keluarga, maka Anda bisa menggunakan kain sebagai pilihan plafon. Atau jika Anda merasa ruangan di rumah Anda terlalu tinggi, maka anda dapat mempergunakan kain untuk membuat ruangan tersebut menjadi lebih nyaman. Hal ini disebut dengan penurunan plafon (down ceiling). KacaPemakaian kaca sebagai plafon BambuBambu yang digunakan untuk plafon biasanya sudah dipotong tipis-tipis dan kemudian dianyam menjadi sebuah lembaran besar atau yang disebut gedhek. Saat akan memasangnya, lembaran ini tinggal dipaku ke rangka kayu di atasnya. Namun rangka yang dipakai haruslah lebih rapat dari rangka kayu biasanya, hal ini bertujuan agar lembaran gedhek tidak melengkung nantinya. Karena gedhek terbuat dari anyaman bambu, terdapat celah-celah kecil yang dapat dimanfaatkan oleh serangga-serangga kecil dan debu bisa masuk ke dalam ruang. Untuk mencegahnya, sebaiknya beri lapisan dasar dahulu, misalnya triplek, baru kemudian gedhek dipasang diatas lapisan tersebut. MetalMetal bisa menjadi alternatif material untuk plafon. Bahan dasar material ini adalah baja ringan yang dilapis dengan Zincalume. Plafon metal terdiri dari beberapa modul-modul papan yang dipasang pada rangka. Ada beberapa macam macam modul dan ukuran lubang grid (ada jenis plafon metal yang berlubang, ada yang tidak). Jika Anda mempergunakan plafon metal berlubang-lubang maka gunakan kain hitam yang diletakkan di atas plafon untuk menahan debu dari atap. LampitMaterial ini merupakan material unik dan alternatif. Lampit merupakan kerajinan yang biasanya digunakan untuk alas lantai. Anda juga bisa memakainya untuk plafon yang berfungsi sebagai aksen. Kelemahannya, lampit mempunyai celah antar anyamannya sehingga debu dari ruang atas plafon bisa jatuh ke ruangan. Untuk mengatasinya, pasang terlebih dahulu rangka plafon dengan material penutup plafon seperti gipsum, GRC, atau multiplek. Setelah itu baru pasang lampit menumpang pada penutupnya. GipsumGipsum merupakan bahan yang paling umum dan banyak dipakai./ Setidaknya ada dua bentuk plafon yang bisa diolah dari gipsum, yaitu bentuk plafon bertingkat dan bentuk plafon lengkung. Plafon bertingkat (drop ceiling), bentuk ini mempunyai perbedaan elevasi plafon. Bentu ini ada dua jenis yaitu plafon bertingkat biasa dan plafon bertingkat celah. Bedanya plafon bertingkat celah mempunyai lubang di antara elevasi plafon atas dengan plavon bawah yang biasa digunakan untuk penempatan lampu. Keduanya cocok untuk menutupi elemen bangunan yang ketinggiannya lebih rendah seperti untuk menutupi balok struktur. Plafon lengkung (curve ceiling), bentuk inibisa berbentuk lengkung cembung maupun lengkung cekung. Kekuatan utama bentuk lengkung ini terletak pada struktur rangkanya. Ada dua rangka utama yaitu rangka balok utama dan rangka balok anak. Tidak semua rangka harus dilengkungkan, hanya salah satu saja yang dilengkungkan. Minimal ketebalan papan gipsum yang dapat dilengkungkan adalah 6,5 mm dengan radius kelengkungan antara 450-900 mm. Jarak antara stud yang dibutuhkan sekitar 150 mm. Sumber: Tabloid Rumah
|