| Membangun Rumah Knock Down |
|
|
|
| Tuesday, 16 August 2011 10:57 |
|
Dilihat dari bahan baku pembuatannya, ada 3 macam rumah knock down. Ada yang terbuat dari bambu, baja, dan kayu. Sesuai dengan bentuk bambu yang bulat, kebanyakan rumah knock down bambu ini modelnya rumah log home. Rumah knock down dari baja dengan rangka atau frame yang juga terbuat dari besi baja. Rumah knock down dari baja ini jarang dan kurang lazim di Indonesia. Yang paling banyak diminati di Indonesia, adalah rumah knock down dari bahan kayu. Rumah knock down kayu memiliki beberapa pilihan tipe, yaitu tipe 21, 36, 45 hingga yang paling besar kurang lebih seluas 200 m2. Desainnya bisa dibuat bertingkat 2 lantai. Selain sebagai fungsi rumah tinggal, rumah knock down kayu digunakan juga untuk fungsi-fungsi komersil seperti resor, bangunan rumah untuk taman, kafe dan kantor. Menggunakan Bahan Kayu Yang Awet
Sebenarnya, rumah knock down berbahan kayu ini tergolong mahal. Hal ini dikarenakan kayu sendiri sudah menjadi barang mahal di Indonesia, akibat kondisi hutan kita yang sudah rusak parah, selain itu juga karena upah tukang kayu juga tergolong mahal. Waktu Pembangunan yang Singkat Biasanya rumah knock down kayu berbentuk panggung dengan pondasi cakar ayam atau cor setempat, tergantung kondisi tanah yang ditempati. Struktur utama pembangunan, lantai, dinding hingga atap semuanya terbuat dari kayu. Lantai bangunan berupa papan lantai kayu dengan ketebalan 3 cm dengan lebar 15 atau 30 cm. Pilihan lainnya, lantai bisa menggunakan parket yang sebelumnya harus dilapis dulu dengan multipleks setebal 1,8 cm. Dinding rumah terbuat dari papan kayu dengan dua macam sistem sambungan T&G (Tang and Groof) atau spooneng dengan konsep dinding, single atau double panel. Dinding single panel tidak menggunakan paku sama sekali dan papan-papan dinding langsung dipasang ada rel-rel yang sudah tersedia di kolom. Untuk rumah tinggal lebih aman menggunakan dinding double panel. Setelah papan kayu terdapat rangka, baru kemudian dilapis dengan multipleks atau bahan lain yang bisa dicat atau dilapis dengan wallpaper sesuai dengan selera dan fungsi ruang. Pada bagian langit-langitnya dapat dipasang multipleks dan sejenisnya, papan gipsum atau bisa juga diekspos. Pada bagian atap, rangka atap yang terbuat dari kayu ditutup dengan bahan penutup atap seperti genteng beton, plentong atau metal. Tetapi sebaiknya menggunakan bahan penutup yang ringan seperti genteng metal. Sumber: Bintang Home |
| Last Updated on Friday, 19 August 2011 15:02 |