• +62 321 390946
  • 08155022156
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Syariat Islam

Tatacara melaksanakan kegiatan majelis taklim dalam islam

Pada suatu organisasi, sering kali kita mengadakan pertemuan dengan sesama rekan muslim lainnya dalam suatu majelis khusus nya pada organisasi keislaman. Tentunya pada saat sahabat melakukan pertemuan, pasti ada tatacara tertentu yang biasa dilakukan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Kegiatan ini umumnya disebut majelis taklim.  Istilah 'majelis taklim' berasal dari bahasa Arab, yaitu  Majelis dan Ta'lim. Majelis adalah bentuk kata tempat (ism makan) dari kata dasar duduk tersebut. Sedangkan kata 'taklim' berasal dari kata 'ta'lim' adalah bentuk masdar yang berarti pengajaran. Asal katanya dari allama. Jika digabungkan menjadi tempat pengajaran.

Jadi majelis taklim adalah salah satu lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Proses pembelajaran di dalam majelis taklim mengarah kepada pembentukan akhlak mulia bagi jamaahnya, serta mewujudkan rahmat bagi alam semesta. Istilah lain majelis taklim merupakan tempat pengajaran atau pendidikan agama Islam yang paling fleksibel dan tidak terikat waktu. Sifatnya terbuka. Usia berapapun, profesi apapun, suku apapun, dapat bergabung di dalamnya.

Majelis atau pengajian umat Islam biasanya mempunyai susunan acara yang telah direncanakan dengan rapi. Pada umumnya, isi dari pengajian atau majelis adalah pembacaan ayat suci Alquran, dzikir, tausyiah, dan lain-lain. Pada sebuah pertemuan dan umumnya dihadiri oleh para muslimin dan muslimat, pasti akan ada yang namanya pembuka acara dan penutup acara. Kalimat pembuka acara untuk para muslimin dan muslimat akan diawali dengan ucapan salam.

Kemudian, biasanya dilanjutkan dengan ucapan bismillaah, dan dilanjutkan dengan ungkapan puja dan puji syukur kepada Allah SWT.

Di setiap pertemuan sebuah majelis Islam, disunahkan untuk memulai dan mengakhiri dengan doa agar senantiasa dirahmati Allah SWT.


Doa pembuka majelis

Doa pembuka majelis biasanya dilakukan dengan membaca khutbatul hajah. Khutbatul hajah adalah doa di mana Rasulullah SAW senantiasa membacanya di banyak kesempatan.

Doa ini biasanya dibaca saat akan khutbah, ceramah, baik pada pernikahan, muhadharah (ceramah) ataupun pertemuan, mukadimah pidato serta pengajian. Sunah ini dilanjutkan para sahabat Rasulullah.

"Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta'inuwanastaghfiruhu wana'udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a'maalina. Man yahdillah falaa mudhillalahu wamin yudhillhu falaa haadiyalahu. Asyhadu anna muhammdan abduhuu warosuluh."

Artinya:

Kami panjatkan segala puji kepada-Nya dan kami mohon pertolongan-Nya. Seraya memohonampun dan perlindungan-Nya dari segala keburukan jiwaku dan kejelekan amaliahku. Barang siapa telah Allah berikan petunjuk jalan baginya, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad hamba Allah dan utusan Allah.

 

Doa penutup majelis


"Subhaabakallahumma wabihamdika ashadu anlaa ilaaha illa anta astagfiruka wa atuubu ilaik."

Artinya:

Maha suci Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.


© 2022 Mojokertocyber. All Rights Reserved.